• Archives:

  • Categories:

  • Imran Zulharnas


    أتمنى أن تكون مفيدة للآخرين ، وخصوصا عائلتي. وأتمنى من الله دائما أن تبقي لي من الشر ، والسيئات. آمين

  • Online:

  • Calendar:

    October 2009
    M T W T F S S
    « Sep    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Zucost:

    Computer Store

    Jual/Beli Notebook, Laptop, Desktop & Accesoriess. Dapatkan juga hadiah langsung berupa printer HP Deskjet, untuk pembelian tertentu sampai dengan Desember 2009.
  • RSS OkeZone:

  • Flag Counter:

    free counters

Kemacetan Lalu Lintas Dapat Menaikan Tekanan Darah

Peneliti Swedia menemukan, Tinggal di jalan yang ramai dapat meningkatkan tekanan darah. Kebisingan lalu lintas minimal sekeras seperti pencuci piring atau percakapan yang khas –yaitu kira-kira 64 dB ke atas – dimana meningkatkan resiko hipertensi 45% secara keseluruhan, menurut sebuah studi cross-sectional yang dipimpin oleh Jonas Björk, PhD, dari Lund University Hospital di Lund.

Sementara ini tingkat kebisingan lalu lintas di atas rata-rata relatif jarang terjadi, dengan implikasi kesehatan masyarakat yang sangat besar di daerah perkotaan, para peneliti menyampaikan secara online dalam jurnal Kesehatan Lingkungan.

“Sayangnya sebagian besar dari kita tidak memiliki banyak pengawasan terhadap kebisingan jalan raya,” komentar Roger Blumenthal, MD, dari Johns Hopkins University dan juru bicara American Heart Association.

Meskipun faktor-faktor resiko akan hipertensi, seperti merokok dan diabetes, memiliki dampak yang lebih besar pada diri pribadi, temuan menunjukkan pada mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang bising dan “perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik seperti diet dan olahraga dimana harus menjadi kebiasaan untuk meminimalkan risiko”.

Para peneliti mencatat, penyampaian secara konstan pada lingkungan yang bising merupakan hipotesis untuk menimbulkan respons simpatik dan stres endokrin yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Studi mereka menggunakan laporan pribadi mengenai hipertensi yang dikutip dalam sebuah survei kesehatan masyarakat secara luas dari penduduk di wilayah bagian Scandia di Swedia selatan, yang mencakup 24.238 orang dewasa dengan usia 18 sampai 80 tahun.

Para peneliti mengkalkulasi perumahan yang terkena dampak kebisingan jalan raya, meliputi siang dan malam, dengan mengamati tingkat lalu lintas, batas kecepatan, dan jarak dari setiap rumah terhadap jalan.

Para peneliti menemukan bahwa, secara moderat yang memiliki efek sederhana atas kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi setelah penyesuaian pada usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, konsumsi alkohol, olahraga, pendidikan, merokok, dan status sosial ekonomi.

Untuk kelompok menengah, yang tinggal di wilayah dengan tingkat kebisingan 45 – 49 dB pada 60-64 dB, disarankan dengan peluang rasio tidak lebih dari 10% peningkatan resiko hipertensi dibandingkan dengan pemaparan dibawah 45 dB, yang tidak signifikan secara statistik.

Gangguan akibat kebisingan jalan raya secara jelas bangkit dengan desibel. Namun, untuk hipertensi tidak ada hubungan yang signifikan dengan meningkatnya kebisingan jalan raya di kelompok menengah.

Namun, bagi mereka dengan tingkat kebisingan jalan raya yang tinggi di rumahnyasekitar 65-71 dB – dimana hipertensi lebih mungkin terjadi.

Rata-rata usia orang dewasa sekitar 18-39 tahun yang lebih cenderung mengalami hipertensi jika mereka terkena 60-64 dB dari kebisingan jalan di rumahya, tetapi “perkiraan pengaruh pada tingkat pemaparan yang lebih tinggi itu tidak tepat. “

Efek yang paling jelas untuk orang dewasa di usia menengah (40-59), memiliki efek dosis yang jelas .

Dan orang lanjut usia, sekitar 60 tahun ke atas, tidak menunjukkan hubungan yang jelas antara hipertensi dan kebisingan jalan raya, meskipun kelompok pemaparan yang tertinggi memiliki “ketidak tepatan” Perkiraan (OR 1,10, CI 95% 0,64-1,89).

“Salah satu penjelasan mengeai tidak adanya efek di antara orang tua diman efek suara dapat menjadi kurang penting, atau sulit untuk di deteksi, dan relatif terhadap faktor-faktor resiko lainnya dengan bertambahnya usia,” kata kelompok Björk.

Jenis kelamin, negara asal, susah tidur, dan masalah keuangan tampaknya tidak berdampak pada hubungan antara lingkungan yang bising dan hipertensi, tetapi para peneliti telah memperingatkan bahwa interval kepercayaan umumnya meluas.

Studi ini telah dibatasi oleh jumlah nonresponders atas kuesioner (59%) dan dengan jumlah peserta yang relatif kecil dan tinggal di sekitar jalan raya dimana tingkat kebisingannya tinggi di atas 64 dB.

Selain itu, penelitian ini tidak mencakup atas penggunaan peredam kebisingan, seperti jendela kaca, dan lantai saat menghitung tingkat kebisingan jalan raya untuk setiap rumah.

Para peneliti menyarankan akan pertimbangan penting di daerah perkotaan, tetapi model sederhana mereka mungkin hanya memiliki suara berlebihan sekitar 1 dB dibandingkan dengan sebuah model standar emas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.